Mana
yang lebih berkualitas dan mudah diaplikasikan? Biopolish® vs furniture wax polish dari parafin? Ketahui jawaban dari para penggunanya berikut
ini.
Sebagaimana
semir sepatu, furniture wax polish adalah bahan yang digunakan untuk
mempercantik dan mempertahankan kondisi furniture. Bahan ini biasanya
terbuat dari lilin, baik itu alami maupun sintetis. Di pasaran sendiri,
furniture wax yang mendominasi adalah parafin. Lilin yang terbuat dari
petroleum tersebut banyak digunakan para pengrajin furniture dan kayu
pada umumnya untuk:
- Meningkatkan keindahan warna kayu
- Melindungi kayu dari siraman air
Meski
sangat populer, parafin bukan satu-satunya furniture wax polish yang
ada di pasaran. Masih ada bahan-bahan yang bisa dimanfaatkan dan justru
memiliki kualitas lebih baik. Salah satunya adalah furniture wax polish
dari beeswax dan minyak alami, Biopolish®.
Mana
yang lebih bagus? Agus seorang teknisi, Lisa, seorang pengusaha talenan
kayu, dan Rahmat seorang kolektor furniture antik membagikan
pengalamannya pada para pembaca sekalian.
Biopolish® vs Furniture Wax Parafin Menurut Penggunanya
Agus, Teknisi dari Yogyakarta
Agus,
seorang teknisi profesional dari Yogyakarta adalah pengguna lama
parafin untuk mempercantik kayu yang ia kerjakan. Selama bertahun-tahun
ia terus menggunakan lilin tersebut sesuai arahan dari seniornya. Namun
setelah mendapat pengalaman yang cukup di dunia perkayuan, ia mulai
mengetahui beragam jenis furniture polish yang sangat beragam. Salah
satunya Biopolish®.
Menurut
Agus, baik furniture wax dari parafin maupun Biopolish® memiliki
keunggulan masing-masing. Keunggulan biopolish® terletak pada kualitas
polesannya yang memiliki warna lebih tajam, ketahanannya pada air yang
lebih kuat, dan penggunaannya yang sangat hemat. Sedangkan keunggulan
furniture wax dari parafin adalah harganya yang lebih murah.
Lisa, Pengusaha Wooden Kitchen Ware
Lisa
seorang pengusaha wooden kitchen ware terutama talenan yang tinggal di
Semarang, telah lama mencari produk yang menurut ia tepat. Ia kesulitan
karena talenannya tak mungkin dicat dengan cat yang tidak food grade.
Sedangkan untuk menggunakan furniture wax, jelas itu sangat sulit karena
kualitasnya jauh dari standar aman. Berbeda dengan Agus yang mengatakan
masing-masing produk memiliki kelebihan, Lisa tidak demikian. Antara
Biopolish® vs furniture wax dari parafin, ia dengan mantap memilih
Biopolish®. Apalagi dengan standar food grade dari FDA, ia bisa
mengekspor talenannya hingga ke luar negeri tanpa khawatir ditolak
karena dianggap tidak aman.
Rahmat, Kolektor Furniture Antik
Memiliki
simpulan yang sama dengan Lisa, Rahmat seorang kolektor furniture antik
memiliki alasan sendiri memilih Biopolish®. Menurutnya, sebagai
individu yang langsung menggunakan produk tersebut untuk keperluan rumah
tangga, Biopolish® unggul karena:
- Aman
- Baunya tidak menyengat
- Hasil polesan lebih bagus. Warna furniture antiknya lebih tajam.
- Efek water resistance-nya lebih kuat.
- Serba guna. Ia bahkan biasa memanfaatkan Biopolish® untuk sofa dan jok kulitnya di mobil.
Demikian
pendapat dari tiga orang yang berbeda ketika dihadapkan pada komparasi
Biopolish® vs furniture wax dari parafin. Mana yang menurut Anda paling
bagus? Silahkan buktikan sendiri!

0 Response to "Biopolish® vs Furniture Wax Polish dari Paraffin"
Posting Komentar